Sabtu, 31 Maret 2012

Naskah Drama Bahasa Indonesia : Arti Sahabat

Permisi, mau sharing naskah drama Bahasa Indonesia yang bertema persahabatan. Naskah ini asli buatanku dan teman-teman sekelompokku waktu kelas 3 SMP dulu. Semoga bermanfaat, maaf kalau jelek hehe :D Naskah Drama : Arti Sahabat Bintang yang setia pada malam, begitu pula kesetiaan embun menemani pagi. Matahari yang tak pernah lelah terangi dunia ini. Seperti itulah persahabatan, selalu setia tanpa diminta. Saling mengerti tanpa harus memohon. Tak ada satupun orang di dunia ini yang hidup tanpa persahabatan, persahabatan adalah kisah terindah yang tak terlupakan bagi setiap insan yang pernah merasakannya. Luna, Satrya, Olive, Bondan dan Meta sedang duduk bergerombol bersama. Mereka mengobrol, bernyanyi sambil sesekali tertawa lantang, saling menjahili satu sama lain. Sungguh seperti sebuah keluarga yang harmonis. Karena merasa iri hati, Lexa dan Tita yang tak mempunyai banyak teman datang untuk mengacaukan suasana. Lexa : “Idih…!! suara pas-pasan aja sok mau nyanyi! Diem aja deh mendingan,” (dengan wajah menghina) Bondan : “Eh.. suka-suka dong! Kayak suara kamu aja yang paling enak, KD kalah cempreng tuu!” Semua anak di tempat itu tertawa keras, kecuali Lexa dan Tita yang rautnya berubah menjadi tak karuan. Bondan dan kawan-kawannya pun melanjutkan obrolan mereka lagi tanpa menghiraukan Lexa dan Tita. Lexa dan Tita : (pergi meninggalkn tempat dengan wajah berlipat) Bondan : “Hmm.. sorry fren, aku balik duluan ya? Ada janji buat latihan, maklum mau ada konser amal kecil-kecilan gitu..” Meta : “Duh, sibuknya! Ya udah buruan berangkat, ati-ati!” (sambil melambai-lambaikan tangan) Olive : “Waduh.. panggilan alam nih, aku ke toilet dulu yah..? (buru-buru meninggalkan anak-anak yang lain) Luna : “Hmm, dateng lagi deh ‘langganannya’! Dasar gak berubah.. haha..”(menggeleng-gelengkan kepala) Meta : “Hahaha, biasa lah, Na. Kalo nggak gitu, bukan Olive namanya,” Luna : “Eh, haus nih.. minum es enak kali ya??” Satrya : “Iya juga ya. Oke kalo gitu aku beli es dulu ya, tunggu di sini aja sama Meta,” (berlalu pergi meninggalkan Luna dan Meta) Meta : “Na.. sebenernya beberapa bulan ini ada yang beda dari aku, aku udah nggak bisa nyembunyiin ini semua. Dan menurutku cuma kamu yang bisa jaga rahasia ini.” Luna : “Rahasia? Cerita aja, Ta.. kita kan temenan udah lama. Lagian aku udah siap kok buat jadi pendengar yang baik,” (berusaha meyakinkan Meta) Tanpa mereka sadari, Satrya berdiri di kejauhan dengan beberapa bungkus es di tangannya. Satrya melihat Luna dan Meta sedang asyik bercerita, dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka. Ia melamun. Dan saat tersadar dari lamunannya, ia menuju Meta dan Luna, dan tersentak ia terkejut mendengar ucapan Meta. Meta : “Aku.. su—ka Bondan!!” (dengan terbata-bata) Satrya : “Hah..?! Meta suka Bondan??” (berkata lirih) Kebetulan Olive juga sudah datang. Olive : “Hah?!” (datang tiba-tiba dan mendengar ucapan Meta yang membuatnya kesal) Di saat itu pula pertengkaran terjadi. Luna : “Eh, kalian udah pada balik!” (sambil tersenyum dengan sapaan halus) Olive : “Ta.. serius kamu suka Bondan??” Meta : “Hmm.. ngomong apa sih, kamu..? (pura-pura tidak tahu) Olive : “Halah..!! gak usah bo’ong deh.. aku denger kok!” (dengan nada agak tinggi) Luna : “Kamu salah denger, kali?” (berusaha menengahi) Olive : “Ta, kayaknya kamu juga harus tahu! Aku suka ama Bondan udah lama banget, kamu nggak boleh gitu dong!! Kayak nggak ada yang lain aja?!” (marah-marah) Satrya : “Heh udah diem semua!!” (berusaha menandingi nada tinggi Olive dan Meta) Meta : “Oh gitu ya?! Berarti kamu tuh yang ngerebut gebetan temen sendiri, kamu aja yang naksir ama cowok laen, ngapain pake nyuruh aku??” (balik marah) Keadaan semakin parah karena tidak ada yang mau mengalah. Luna : “Udah, udah… jangan bertengkar cuma gara-gara masalah cowok!” (berusaha melerai) Satrya : “Kita udah temenan lama, jangan sampai semua rusak cuma karena masalah sepele kayak gini!” (berkata paling bijak) Olive : (meninggalkan teman-temannya dan pergi menyendiri) -Script 1- Sialnya, dua orang yang sangat membenci Bondan cs mengetahui perkara ini. Alexa memanfaatkan keadaan ini untuk menghancurkan persahabatan mereka berlima. Dengan satu-satunya teman setia yaitu Tita, mereka mempengaruhi Olive supaya memusuhi dan membenci semua sahabatnya itu. Olive : (duduk termenung, sendiri, dan terdiam) Alexa : “Ehm.. kok cemberut sih??” (berusaha menarik simpati Olive) Tita : “Ada masalah ya, Liv?” Olive : “Katanya sahabat, masak harus naksir cowok yang sama?! Bete banget, kan??” (berkata dengan nada ketus) Lexa : “Sabar aja deh. Mending sementara nggak usah temenan deh sama mereka. Nanti kan jadi saingan yang nggak sehat!” (merayu) Tita : “Iya, bener tuh,” (meyakinkan Olive) Olive : “Gitu, ya..?” Lexa : “Gini aja, mending mulai sekarang kamu gabung ama kita berdua. Nanti kita akan bantu kamu ngalahin si Meta gingsul itu!” Tita : “Iya, bener, Liv. Kita bela kamu kok” Olive : “Emang boleh..??” Tita dan Lexa : “Ya boleh, lah!!” Olive hanya tersenyum, entah benar atau tidak keputusannya ini, dia tidak begitu peduli saat itu. -Script 2- Di sisi lain, keadaan rumah tangga orang tua Luna sedang dilanda pertengkaran hebat. Papanya yang selalu marah-marah bersikap keras dan memukul Mama Luna. Sementara itu Aldo, adik Luna hanya bisa diam tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Papa Pratama : “Kamu ini bisanya bikin susah suami aja!!” (membentak-bentak Mama Mey) Mama Mey : “Aku salah apa, Pa..??” Papa Pratama : “Kerjaan kamu seharian cuma shopping, arisan, ngumpul sama temen-temen. Nggak pernah ada di rumah. Liat ni anak kamu jadi nggak keurus!” Mama Mey : “Tapi Papa juga sibuk sendiri sama klien-klien di kantor. Nggak peduli sama istri dan anak-anak!!” (menangis dan memeluk Aldo) Papa Pratama : (Plaak..!! tmparan keras singgah di wajah Mama Mey) Aldo : “Ma, Papa kok mukul-mukul Mama..?” (dengan penuh kepolosan) Mama Mey : (menangis) Di saat itu pula Luna datang dan terkejut melihat semua yang terjadi. Luna : “Mama…?!” (datang memeluk Mama Mey) -Script 3- Keesokan harinya.. Satrya menceritakan semua yang terjadi kemarin antara Meta dan Olive. Sekejap terkejutlah Bondan mendengar semua itu. Satrya : “Menurutku kamu hrus cepet bikin keputusan. Kasih kepastian buat mereka berdua. Aku nggak mau mereka bertengkar terlalu lama.” Bondan : “Oke, oke..! aku bakal berusaha jelasin semuanya biar mereka nggak bertengkar sia-sia,” Bondan pun berusaha menemui Meta dan Olive hari itu juga. Namun sayang, hanya Meta yang mau menerima keputusan Bondan, sedangkan Olive lebih memilih menghindarinya. Bondan : “Ta, Satrya udah nyeritain semua ke aku tentang yang kemarin. Bener kamu suka aku..?” (berusaha memastikan) Meta : “Satrya nggak bohong kok soal yang kemarin itu!” Bondan : “Gini, Ta. Sebelumnya aku minta maaf. Soalnya gara-gara aku kamu jadi tengkar ama Olive. Bukannya apa-apa, tapi buat waktu dekat ini aku lagi nggak pengen mikirin cewek. Aku masih mau serius di dunia musikku,” (menerangkan dengan bijaksana) Meta : “Oke. Aku ngerti kok. Cuma kayaknya sekarang Olive udah terlanjur terpengaruh sama Alexa. Kayaknya bakal sulit buat ngembaliin dia kayak dulu lagi,” (sambil mendesah putus asa) Olive, Lexa, dan Tita : (berjalan melewati Bondan dan Meta, namun bersikap tak acuh dan sama sekali tak peduli) Bondan : “Olive?” Olive : (berjalan terus tanpa henti) -Script 4- Mendekati Aldo adalah salah satu cara yang dipakai Satrya untuk menarik perhatian Luna. Hari ini pun Satrya akan mengunjungi rumah Luna. Dan di perjalanannya menuju rumah Luna, ia melihat Aldo tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Sepertinya ia menjadi korban tabrak lari. Cepat-cepat Satrya membawa Aldo ke Rumah Sakit. Sesampainya di Rumah Sakit… Satrya : “Halo, Luna? Adek kamu di RS. Dia habis ketabrak kendaraan, cepetan kamu ke Rumah Sakit—mm, Cempaka Husada,” (langsung berbicara begitu suara di seberang telepon menjawab) Luna : “Hah, sekarang keadaannya gimana?!” (panik) Satrya : “Udah tenang aja, yang penting kamu sekarang cepetan ke sini! Jangan lupa bilangin Mama dan Papamu!” Dan tak lama kemudian Luna datang terengah-engah, sambil berlari tergesa-gesa. Luna : “Ya ampun…. Aldo!!” (begitu melihat Aldo) Satrya : “Dokter udah periksa dia, katanya luka di kepalanya itu nggak terlalu parah, kok,” (berusaha menenangkn Luna) Luna : “Syukur deh kalo gitu..” (mendesah lega) Satrya : “Hmm.. aku ke toilet dulu ya. Kamu di sini aja jagain Aldo sambil nunggu ortumu dateng,” Luna : “Iya, tapi jangan lama-lama. Aku takut sendirian di sini,” Satrya : “Oke,” Saat Satrya berada di toilet, dia ingat akan teman-temannya yang pasti juga harus diberitahu tentang ini. Tanpa menunggu lagi, Satrya segera menelepon Meta dan Bondan. Setelah selesai memberitahu mereka, Satrya keluar dari toilet dan hendak berjalan kembali ke ruang rawat. Saat ia berjalan, tiba-tiba bahunya tertabrak dengan bahu seseorang. Betapa kagetnya Satrya saat melihat ternyata bahu yang ia tabrak adalah bahu Olive. Olive : “Aduuh…!” (sambil memegangi bahunya) Satrya : “Oh, maaf, maaf.. Nggak sengaja, lagi buru-buru,” Olive : “Iya, iya. Nggak apa-apa kok,” Satrya : “.. lho? Olive?? Ngapain kamu di sini..?” Olive : “Eh, Satrya.. Iya, aku habis nganterin Mama check up, tapi aku ada perlu, jadi Mamaku pulang duluan. Terus.. kamu sendiri nagapain di sini?” Satrya : “Ini, Aldo adiknya Luna ketabrak, sekarang lagi dirawat di kamar 555. Ini aku lagi nungguin Bondan ama Meta dateng,” Olive : “Oh…” Satrya : “Kamu masih marah sama Meta? Sama kita juga?” Olive : “Ngg… nggak sih. Agak sebel aja. Emang kenapa?” Satrya : “Liv, aku cuma mau beritau, Alexa itu bukan orang yang baik. Dia manfaatin keadaan kita yang lagi retak ini dengan menghasut kamu. Inget Liv, kita udah lama sahabatan. Kita semua tau siapa aja yang layak diajak temenan. Dan Alexa nggak termasuk dalam kategori itu. Dia itu cuma mau ngehancurin kita aja..” Olive : “Tapi si Meta itu lho..” (memasang wajah kecut) Satrya : “Bondan udah jelasin ke Meta dan Meta ngerti, kok. Masa kamu nggak bisa ngerti??” Olive : “Mmmh.. gimana ya?? Iya sih, aku liat Alexa itu nggak baik. Mm..” Satrya : (menunggu Olive sambil menatap matanya tajam) Olive :”.. mungkin aku pikir aku minta maaf aja ya ama Meta…?” Satrya : “Naah, gitu dong! Ya udah, kamu ikut aku aja ke kamarnya Aldo. Nanti kita tunggu Meta ama Bondan dateng,” Olive : “Ya udah deh, yuk. Eh.. tapi aku ke toilet dulu ya. Kamu jalan aja duluan, ntar aku nyusul kok,” Satrya : “Oke, cepetan ya!” (langsung pergi) Sementara itu… Mama Mey : “Aldo!! Anakku sayang,” Papa Pratama : “Liat ini! Ngurus anak aja nggak becus!!” (menyalahkan Mama Mey atas apa yang terjadi) Mama Mey : “Ini juga salah Papa! Selalu sibuk sampai nggak punya waktu buat nemenin Aldo main!” (balik menyalahkan) Luna : “Udah berhenti..!! Mama sama Papa kelakuannya sama aja! Aldo lagi sakit masih aja bertengkar, Luna capek, Ma, Pa, dengerinnya!! Masalah itu gak bakal selesai kalau nggak diselesaiin baik-baik.. Yang ada kejadian malah tambah berantakan, coba deh Papa sama Mama ngertiin aku sama Aldo. Kita nggk pengen Papa-Mama tengkar terus! Luna mohon dong Pa, Ma!!” (sedikit menangis) Aldo : “Mama.. Papa.. Kak Luna..” (tersadar dari pingsannya) Papa Pratama : “Mama.. Aldo.. Luna.. Papa minta maaf ya? Papa janji bakal nyediain waktu buat ngumpul bareng-bareng kalian semua. Papa sadar selama ini Papa terlalu sibuk di kantor,” (berbicara setelah termenung sejenak) Aldo : “Iya.. kita semua maafin Papa! Tapi Papa janji ya gak boleh mukul Mama lagi..?” Papa Pratama : “Iya,” (memeluk istri dan anak-anaknya) -Script 5- Kemudian, Satrya telah kembali dari toilet, bersamaan dengan Meta dan Bondan yang baru datang. Tak lama kemudian, Olive mengetuk pintu.. Olive : “Ehm.. aku boleh masuk, kan?” (sedikit ragu) Aldo : “Eh, Kak Olive. Nggak papa masuk aja, Kak!” Olive : “Sebenernya.. selain mau jenguk Aldo, aku dateng juga untuk minta maaf atas semua kesalahanku sama kalian selama ini. Satrya udah jelasin semua ke aku. Kalian mau, kan, maafin aku..?” Meta : Aku juga minta maaf, soalnya udah ngomong kasar ke kamu. Maafin aku juga, ya?” Bondan : “Nah, kalau gini kan lebih enak, ya kan, Fren??” Satrya : “Aku juga seneng kalo kita semua akur lagi kayak dulu,” (sambil tersenyum) Luna : “Makanya, laen kali kalo mau naksir cowok nggak usah pake acara kompakan..!” Semua : (tertawa bersama-sama) Tita : “Eh, sorry kalo ganggu. Sebelumnya aku mau minta maaf sama kalian. Selama ini aku salah pilih temen. Aku sadar Lexa cuma manfaatin aku aja. Kalian mau, kan, nerima aku jadi teman kalian??” (tiba-tiba muncul!) Semua : “Ya boleh, lah!!” Sesaat kemudian, handphone Tita berdering nyaring, mengejutkan semua orang… Terkejutlah semua orang dalam ruangan itu saat mendengar berita bahwa Alexa mengalami kecelakaan! Meta : “Lho kok..?!” Bondan : “Terus keadaannya gimana sekarang..?” Olive : “Di Rumah Sakit mana?” Luna : “Parah apa nggak?” Aldo : “Alexa itu siapa…?” Tita : (hanya diam mendengarkan semua pertanyaan itu) Satrya : “Gini aja. Sekarang biar Tita ceritain semua yang dia tahu tentang keadaan Alexa sekarang,” Aldo : “Iya, ayo cerita. Aldo juga pengen tahu!” Tita hanya diam. Dia masih shock dengan banjir pertanyaan barusan. Olive : “Titaaa ??” Tita : “Hmm.. jadi gini, sekitar satu jam yang lalu Lexa ceritanya mau ke sini. Dan tadi berita dari rumah sakit bilang kalo Lexa ditemuin jatuh di perempatan deket sini. Katanya keadaannya cukup kritis sih,” Meta : “Rumah Sakit mana?” Tita : “Emm, Cempaka apaa gitu, lupa aku—” Bondan : “Cempaka Husada, Ta?” Tita : “Nah itu! Bener!” Bondan : “Ya ampun Taaa, itu kan Rumah Sakit ini! Ayo ayo kita tanya ruangan mana!” (semua orang menepuk jidat) Olive : “Ya udah, sekarang kita bareng-bareng buruan cari. Om, tante, kita semua permisi dulu yah!!” Dan tak lama kemudian mereka semua tiba di ruangan tempat Alexa dirawat. Tita : “Lexa… kamu nggak apa-apa kan?” (paling antusias) Alexa : “Aku udah agak mendingan kok.. makasih ya kalian semua udah mau jenguk aku..” Meta : “Ya.. walaupun kita masih agak kesel ama kamu,” (sedikit ketus) Bondan : “Udahlah.. yang kemaren nggak usah diungkit-ungkit lagi!” Alexa : “Hhm, aku minta maaf yah, selama ini aku banyak banget salah ama kalian. Mau kan, maafin aku??” Meta : “Iya, kita mau kok maafin kamu! Tapi ada syaratnya, lho!” Alexa : “Apa syaratnya?” Meta : “Kalo kamu udah sembuh nanti, traktir kita semua makan!!” (sambil tersenyum-senyum) Luna : “Eitz.. satu lagi, adek aku juga diajak yah?” (merayu) Semua : (tertawa bersama-sama) Tak ada satupun manusia di dunia ini yang sempurna. Mereka semua tak pernah luput dari kesalahan. Oleh karna itu meminta maaflah jika merasa bersalah. Dan maafkanlah bila ada yang bersalah. Semua akan indah jika kita saling memaafkan satu sama lain. -Script 6- Selesai

Cerita Terjemahan Dari 50 Seri Kisah Teladan, Fabel

KISAH SANG PEMBAWA SAMPAH Ketika hari masih sangat pagi sekali, terlihat seekor singa telah berjalan dengan begitu gagahnya keluar untuk mencari makanan yang akan ia suguhkan buat anggota keluarganya yang lain. Ketika hewan-hewan yang lain mellihatnya, semuanya lari terbirit-birit karena ketakutan bahkan ada yang bersembunyi dibalik pohon-pohon. Dengan menggigil karena takut seekor kera berkata: “Sungguh kuat sekali singa ini, aku sangat takut sekali kepadanya!”. Seekor rusa betina yang lain berkata: “Ketika aku melihatnya, aku pun merasa sangat takut. Dia bisa saja menerkamku dan melumatku dalam waktu secepat kilat”. Kemudian seekor Zebra menimpali: “apalagi kami, zebra adalah makanan kesukaan yang sangat disenangi oleh singa. Sudah sangat banyak sekali anggota keluargaku dan kaumku yang sudah masuk kedalam perut singa ini”. Kemudian zebra itu menghentikan kata-katanya dan menangis. Ia teringat dengan seekor zebra yang juga temannya telah dimangsa oleh singa ini. Seekor jerapah lalu berkata: “singa ini selalu pulang kerumahnya membawa binatang buruan yang sangat banyak yang kemudian mereka makan sekeluarga bersama istri dan anak-anaknya. Mereka terlihat bahagia dengan itu semua”. Setelah semuanya selesai berbicara, berkata seekor musang: “singa ini memang benar-benar kuat saudaraku dan kalian semua pasti takut kepadanya”. “Ya, aku tahu semua kita takut untuk dijadikan makanan lezat singa ini”. “Tetapi aku bisa menyuruhnya membawakan sampah yang ada dirumahku”. Mendengar perkataan sang musang, hewan-hewan yang lain tertawa terbahak-bahak. Kera kemudian berkata: “bukannya maksudmu engkaulah yang akan bertugas untuk mengangkut dan membuang sampahnya sebagai upah agar ia tidak memangsamu?”. Kemudian dengan suara lantang dan menggema sehingga terdengar oleh seluruh hewan dihutan tersebut ia berucap: “Tidak, saya akan membuatnya mau membawakan sampah dirumah saya. Dan akan kuperlihatkan kepada kalian semua singa ini akan berjalan dibelakangku sambil membawa sampah-sampah yang ada didalam rumahku. Tapi beri aku waktu untuk mewujudkan itu semua”. Hewan-hewan yang lain menjawab: “tentu saja sangat tidak merugkan kami hanya sekedar menunggu waktu. Oke, perlihatkanlah nanti apa yang akan engkau lakukan wahai musang”. Ditengah jalan yang biasa dilewati oleh sang singa sehabis berburu seharian menuju kerumahnya membawa hasil buruannya, musang tadi menyapanya dengan suara yang sangat rendah: “Tuan singa yang sangat kuat, setiap hari aku memperhatikanmu berangkat pagi-pagi sekali untuk berburu mangsa dan pulang dalam kondisi yang sangat capek ditengah teriknya matahari memikul hewan buruanmu”. Singa memandang kearah musang dengan penuh kemarahan yang terlihat dikedua matanya. Kemudian ia berkata: “Lalu apa urusan kamu?”. Sebelum singa tersebut bertambah maraj, lalu musang berkata: “aku termasuk salah seorang yang sangat mengagumimu wahai singa”. Seketika kemarahan singa mulai reda kembali lalu berkata: “terimakasih musang. Yang penting apa yang kamu inginkan sekarang wahai musang, aku lelah sekali dan ingin cepat pulang untuk istirahat”. “Aku tidak menginginkan apa-apa. Hanya saja aku ingin melakukan sesuatu sebagai ungkapan pujian untukmu wahai singa”. “Lalu apa yang ingin kau lakukan?”. “Begini, aku hanya ingin engkau istirahat dan santai-santai saja dirumah. Tunggu saja dirumahmu, akan ada yang mengantarkan makanan setiap hari yang dapat mencukupi buatmu sekeluarga. Engkau pun dapat menghemat tenaga dan kekuatanmu. Raja seperti dirimu sudah seharusnya memiliki pembantu yang mengurusi semua kebutuhanmu dan tidak merepotkan dirinya sendiri berburu untuk mencari makanan pergi sejak pagi hari, berlari kesana kemari ditengah hutan”. Ternyata kata-kata yang diungkapkan sang musang telah merasuki fikiran singa, lalu ia mengangkat kepalanya dan berkata: “Lalu kapan engkau mulai mengantarkan makanan yang lezat itu kepadaku wahai musang?”. “Mulai besok pagi akan datang makanan untukmu wahai tuanku”. Kemudian singa pulang kerumahnya dengan fikiran tak menentu, lalu ia melemparkan begitu saja binatang buruannya tanpa melihat istri dan anak-anaknya yang masih kecil. Ia membiarkan mereka makan, sementara ia duduk ditempat lain sambil berfikir. Istrinya kemudian datang dan bertanya kepadanya: “apa denganmu? Tidak biasanya sikapmu seperti ini”. “gak ada apa-apa kok, aku hanya merasa lelah dan bosan berburu terus. Sebenarnya tidak pantas bagi singa sekuat aku untuk capek-capek mencari hewan buruan untuk dimakan seperti sekarang ini”. “Lantas kita nanti mau makan apa?”. “Mulai besok, ada seekor musang yang akan datang mengantarkan makanan dan aku akan santai saja dirumah. Musang itu sangat menghormati aku”. “Akan tetapi kenapa musang itu mau melakukan semua itu agar kamu tidak capek-capek dan hanya istirahat saja dirumah?”. “Itulah yang namanya takjub. Engkau sendiri tidak tahu kedudukan suamimu ini”. “hmm…aku tidak yakin”. Akhirnya keesokan harinya musang mulai mengantarkan makanan berupa daging yang sangat segar yang ia curi dari rumah tetangganya si macan hampir selama satu minggu. Singa tersebut akhirnya pergi istirahat dan bangun sudah terlambat. Ketika ia membuka pintu, setumpukan daging sudah berada disana. Dengan penuh semangat daging itu diambilnya dan ia makan bersama seluruh anggota keluarganya. Ketika sang musang merasa singa itu sudah mulai dirasuki rasa malas untuk keluar rumah mencari buruan dan sangat tergantung dengan bawaan daging yang dibawanya setiap hari secara perlahan-lahan ia mulai memperlambat waktu mengantar daging tersebut kerumah sang singa. Hingga akhirnya, ia baru mengantarkan daging-daging tersebut setelah waktu zuhur. Istri singa kemudian berkata kepadanya: “musang sekarang sudah mulai datang terlambat untuk mengantarkan daging-daging makanan kita. Sementara anak-anak kita sudah merasakan lapar”. “Bisa jadi musang itu berhalangan. Diamlah! Sepertinya engkau tidak suka melihatku istirahat dirumah!”. “Akan tetapi siapa yang akan datang membawakan daging-daging tersebut sekarang?”. “Tidak penting bagiku, yang penting daging-daging lezat itu pasti akan datang”. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya musang muncul dengan terseok-seok memikul daging. Singa bertanya kepadanya mengapa ia terlambat. Ia dan anak-anaknya sudah sangat lapar sejak tadi pagi. Kemudian musang itu berteriak dihadapan sang singa: “setiap urusan apapun pasti ada kendalanya. Sekarang ambil daging ini, makanlah dan diam!”. Singa tersebut akhirnya menundukkan kepalanya dan mengambil daging tersebut dan masuk kedalam rumah sambil duduk ia makan bersama seluruh anggota keluarganya. Lalu singa itu berkataL: “Demi Allah, musang itu sudah rela capek untuk sekedar menyediakan makanan buat keluarga kita”. Istrinya memandang dengan perasaan terharu karena kesedihan yang meliputi hati sang suami. Nah, pada hari yang sudah direncanakan, akhirnya musang mengumumkan kepada seluruh penduduk hutan bahwa saatnya ia akan memperlihatkan kepada mereka bahwa ia bisa memerintahkan singa yang terkenal garang itu untuk berjalan dibelakangnya sambil memikul sampah-sampah yang terdapat didalam rumahnya. Musang pada hari itu sengaja datang terlambat mengantarkan daging ke rumah sang singa sehingga rasa lapar sudah begitu menghantui fikiran singa. Musang datang sambil membawa satu plastik yang berisi sampah. Ketika ia bertemu dengan singa, ia melempar plastik sampah tersebut sambil berkata: “Singa…ikuti aku sekarang supaya engkau dapatkan daging buat makananmu!”. Akhirnya singa tersebut mengambil plastik yang berisi sampah, memikulnya dan berjalan dibelakang musang. Seluruh penduduk hutan menyaksikan itu semua dan hampir mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Seekor singa yang kelihatan kusut sambil menbawa plastik sampah berjalan dibelakang seekor musang yang berjalan tegap sambil mendongakkan kepalanya. Musang pun sengaja mengajak sang singa berjalan ditengah jalan yang diliputi terik matahari yang sangat panas yang jauh dari pepohonan sehingga seluruh hewan bisa melihatnya dengan jelas. Ditengah perjalanan, singa melihat bayangannya yang besar berjalan dibalakang seekor musang. Hatinya terasa sangat sedih. Sekarang dia baru sadar, bahwa kemalasannya selama ini telah merendahkan dirinya ketika ia hanya mengharapkan makanan yang selalu diantar oleh sang musang. Sesampainya dirumah, singa itu duduk sambil berfikir panjang. Lalu kemudian ia bangkit dan berkata kepada istrinya: “besok pagi-pagi aku akan berangkat berburu lagi untuk mencari makanan buat kita sebagaimana yang telah aku lakukan sebelumnya”. Paginya, singa berjalan dengan pasti untuk pergi berburu. Ketika hewan-hewan yang lain melihatnya, mereka lari bersembunyi dibalik pohon-pohon karena takut. Musang pun akhirnya ikut bersembunyi karena takut. Kera berkata kepada musang: “Aneh…sekali wahai musang, kemarin engkau berhasil membuat singa itu patuh berjalan dibelakangmu sambil membawa sampah, tapi sekarang justru engkau pun bersembunyi karena takut”. Musang menjawab: “Kemarin akulah yang memberinya makan, akan tetapi pada hari ini dia sudah mulai kembali beraksi sebagaimana hari-hari sebelumnya.

Contoh Pantun Percintaan

Pantun Percintaan Coba-coba menanam mumbang Moga-moga tumbuh kelapa Coba-coba bertanam sayang Moga-moga menjadi cinta Limau purut lebat dipangkal Sayang selasih condong uratnya Angin ribut dapat ditangkal Hati yang kasih apa obatnya Ikan belanak hilir berenang Burung dara membuat sarang Makan tak enak tidur tak tenang Hanya teringat dinda seorang Anak kera diatas bukit Dipanah oleh Indera Sakti Dipandang muka senyum sedikit Karena sama menaruh hati Ikan sepat dimasak berlada Kutunggu di gulai anak seberang Jika tak dapat dimasa muda Kutunggu sampai beranak seorang Kalau tuan pergi ke Tanjung Kirim saya sehelai baju Kalau tuan menjadi burung Sahaya menjadi ranting kayu Kalau tuan pergi ke Tanjung Belikan sahaya pisau lipat Kalau tuan menjadi burung Sahaya menjadi benang pengikat Kalau tuan mencari buah Sahaya pun mencari pandan Jikalau tuan menjadi nyawa Sahaya pun menjadi badan.

Contoh Pantun Jenaka dan Pantun Kepahlawanan

Pantun Jenaka Dimana kuang hendak bertelur Diatas lata dirongga batu Dimana tuan hendak tidur Diatas dada dirongga susu Elok berjalan kota tua Kiri kanan berbatang sepat Elok berbini orang tua Perut kenyang ajaran dapat Sakit kaki ditikam jeruju Jeruju ada didalam paya Sakit hati memandang susu Susu ada dalam kebaya Naik kebukit membeli lada Lada sebiji dibelah tujuh Apanya sakit berbini janda Anak tiri boleh disuruh Orang Sasak pergi ke Bali Membawa pelita semuanya Berbisik pekak dengan tuli Tertawa si buta melihatnya Ada apa diseberang itu Mentimun busuk dimakan kalong Ada apa diseberang itu Bujang bungkuk gadis belong Limau purut di tepi rawa, buah dilanting belum masak Sakit perut sebab tertawa, melihat kucing duduk berbedak Pantun Kepahlawanan Adakah perisai bertali rambut Rambut dipintal akan cemara Adakah misai tahu takut Kamipun muda lagi perkasa Hang Jebat Hang Kesturi Budak-budak raja Melaka Jika hendak jangan dicuri Mari kita bertentang mata Kalau orang menjaring ungka Rebung seiris akan pengukusnya Kalau arang tercorong kemuka Ujung keris akan penghapusnya Redup bintang haripun subuh Subuh tiba bintang tak nampak Hidup pantang mencari musuh Musuh tiba pantang ditolak Esa elang kedua belalang Takkan kayu berbatang jerami Esa hilang dua terbilang Takkan Melayu hilang dibumi

Contoh Pantun Agama

Banyak bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa Daun terap diatas dulang Anak udang mati dituba Dalam kitab ada terlarang Yang haram jangan dicoba Bunga kenanga diatas kubur Pucuk sari pandan Jawa Apa guna sombong dan takabur Rusak hati badan binasa Anak ayam turun sepuluh Mati seekor tinggal sembilan Bangun pagi sembahyang subuh Minta ampun kepada Tuhan Asam kandis asam gelugur Ketiga asam si riang-riang Menangis mayat dipintu kubur Teringat badan tidak sembahyang

Contoh Pantun Adat

Menanam kelapa di pulau Bukum Tinggi sedepa sudah berbuah Adat bermula dengan hukum Hukum bersandar di Kitabullah Ikan berenang didalam lubuk Ikan belida dadanya panjang Adat pinang pulang ke tampuk Adat sirih pulang ke gagang Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pusaka Bukan lebah sebarang lebah Lebah bersarang dibuku buluh Bukan sembah sebarang sembah Sembah bersarang jari sepuluh Pohon nangka berbuah lebat Bilalah masak harum juga Berumpun pusaka berupa adat Daerah berluhak alam beraja

Jumat, 30 Maret 2012

Dampak Negatif Korupsi di Indonesia

Korupsi jelas dipandang sebagai suatu persoalan masyarakat bagi banyak disiplin ilmu. Ini bukan berarti pengetahuan yang telah dihasilkan dapat memberikan pemahaman agak komprehensif. Keterbatasannya terletak pada masing-masing disiplin ilmu maupun sebagai suatu pendekatan yang multidisipliner jika berbagai disiplin ilmu tadi digabungkan dalam menganalisa korupsi. Pada persoalan yang pertama, setiap disiplin ilmu baru memberikan pengetahuan tentang korupsi dari aspek yang terbatas. Setiap perspektif mempunyai definisi, lingkup, isu pokok, dan konsep-konsep utama. Perspektif kultural berpegang pada pandangan bahwa korupsi atau tidak suatu tindakan tergantung pada pemberian makna oleh masyarakatnya. Pendekatan ini paling kritis dalam menilai definisi yang baku tentang korupsi yang berdasar pada definisi legal dimana korupsi merupakan pelanggaran atas aturan formal. Pemberian makna merupakan suatu proses yang dibentuk oleh struktur yang ada dalam masyarakat. Dalam pendekatan antropologis juga dilihat masalah representasi: kelompok manakah yang terlibat, bagaimana mereka mengartikan korupsi, di arena sosial mana korupsi dibahas, terhadap kelompok mana label korupsi diberikan, dan sebagainya. Perspektif politik melihat korupsi yang menggunakan organisasi, sistem dan institusi politik, seperti partai politik, badan eksekutif, badan legislatif, dan badan pemilihan umum. Moral yang digunakan bisa berbentuk ideologi seperti demokrasi, prinsip dan aturan demokrasi, tujuan negara yang biasanya mencakup keadilan dan kesejahteraan yang luas, atau sistem hukum yang berlaku. Tindakan korupsi melanggar moral di atas melalui instrumen politik. Pendekatan ekonomi politik meletakkan dalam konteks hubungan jalin menjalin antara kepentingan politik dan ekonomi serta implikasinya. Menonjol dalam aliran ini adalah Johnston yang melihat bahwa oportunitas politik dan ekonomi membentuk pola-pola korupsi. Organisasi dan institusi negara, terutama yang berkaitan dengan institusi politik dan pembangunan, dimanfaatkan untuk menghasilkan kebijakan yang menguntungkan kelompok tertentu. Transisi demokrasi juga menghasilkan situasi kritis berkembangnya korupsi. Hal ini disebabkan lemahnya institusi politik dan pasar memungkinkan berkembangnya berbagai praktik tidak absah, seringkali kemudian berkembang menjadi terorganisasi dan dilindungi oleh praktik kekerasan. Selanjutnya ini lebih menghambat praktik demokrasi dan ekonomi yang sehat. Korupsi politik adalah penyalahgunaan lembaga-lembaga politik, seperti partai politik, lembaga pemilihan umum, badan pembangunan, parlemen, dan badan perencanaan pembangunan. Lembaga pemilihan umum adalah alat legitimasi yang tersedia dalam sistem demokrasi untuk memilih pemimpin. Di banyak negara berkembang dan transisional, perangkat demokrasi mungkin lengkap didirikan, namun pelaksanaannya tergantung pada pada sejumlah organisasi, mekanisme, dan kultur politik yang menopangnya untuk berjalan dengan jujur. Korupsi oleh partai politik juga sering dibahas. Partai digambarkan sebagai alat tawar-menawar dalam membagi kekuasaan dan akses terhadap sumber daya publik, baik untuk organisasi maupun individu. Korupsi yang terjadi oleh partai bukan saja menyangkut penyelewenangan dana publik untuk tujuan yang absah. Korupsi juga bisa bersifat lebih kompleks, yaitu dalam arti menjual kepercayaan pemilih untuk mencapau tujuan yang lain. Perspektif legal mendefinisikan korupsi sebagai tindakan yang tidak mengikuti aturan hukum. Persoalan korupsi dilihat sebagai kelemahan rumusan hukum dan prosedur penegakan hukum. Definisi menurut perspektif legal terbatas pada rumusan dan prosedur. Latar belakang aktor, konstalasi politik, karakter kenegaraan, tidak dilihat dalam persoalan korupsi. Perspektif ekonomi melihat korupsi sebagai persoalan penyimpangan alokasi sumber daya yang “seharusnya”. Melihat inefisiensi dalam dan terhadap institusi pasar dan korupsi sebagai upaya maksimasi keuntungan. Faktor risiko dan ada tidak adanya alternatif termasuk yang diperhitungkan dalam penentuan “harga” korupsi. Perspektif sosiologis melihat persoalan korupsi sebagai persoalan institusional yang terdiri dari jaringan norma. Organisasi (publik) mempunyai karakter dibentuk maupun untuk merespon lingkungan institusional. Jadi persoalan korupsi juga persoalan keterkaitan kelemahan hubungan antara lembaga (dalam artian lebih abstrak) dan organisasi. Jaringan aktor merupakan salah satu fokus perhatian perspektif ini. Jaringan aktor merupakan jembatan untuk mengakses sumber daya di organisasi lain. Melihat persoalan korupsi hanya dengan satu dua perspektif jelas tidak memadai untuk negara dengan tingkat korupsi luas seperti Indonesia. Belakangan ini sifatnya semakin mendalam secara substantif. Bentuk, latar belakang aktor, dan mekanisme korupsinya semakin beragam. Hal ini bisa dicontohkan dalam kasus Bank Century, ekonomi ilegal dan pencucian uang, dan kasus M. Nazaruddin. Kasus-kasus tersebut melibatkan aktor yang berada dalam organisasi yang berbeda. Pembahasan korupsi model kasus Nazaruddin belum banyak dibahas di tingkat internasional, menunjukkan keseriusan korupsi di Indonesia. Kasus-kasus di Indonesia bukan hanya pelanggaran hukum, apalagi hukum itu sendiri mempunyai persoalan lemah legitimasi karena antara lain dibuat oleh politisi parlemen yang tidak dipercaya publik. Persoalan korupsi mengandung dimensi antropologis dimana terjadi perubahan pemaknaan ke arah pragmatisme luar biasa. Jelas sekali mengandung dimensi politik karena melibatkan eksistensi parta-partai dan instrumen kenegaraan. Sangat jarang studi yang mengembangkan suatu kerangka interdisipliner secara khusus sebelum dilakukan studi. Itulah sebabnya yang banyak dilakukan selama ini lebih sebagai pendekatan eklektik, artinya berupaya memasukan berbagai pertanyaan dari berbagai disiplin. Bahkan dalam hal inipun, upaya yang sistematik terhadap persoalan korupsi sangat jarang dilakukan. Studi tentang korupsi yang berskala besar kebanyakan dilakukan oleh organisasi pembangunan internasional atau asing. Studi semacam ini bertujuan pada aksi, yang dalam hal ini aksi mengatasi persoalan korupsi. Studi yang dibiayai program donor fokus pada lembaga-lembaga publik, seperti kantor pajak, peradilan, pelayanan publik, atau kepolisian. Aspek yang banyak dilihat adalah governansi dari lembaga-lembaga tersebut, khususnya dari kinerja struktur dan aturan formal. Untuk Indonesia, persoalan korupsi harus menjawab dimensi, a) persoalan pengalokasian sumber daya dan dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat; (b) persoalan politik dan kepentingan; (c) persoalan kultural dan normatif; (d) persoalan hukum formal; (e) persoalan interaksi oleh aktor individu, organisasi, dan kelembagaan; dan (f) persoalan transformasi organisasi dan kelembagaan. Dimensi yang masih belum banyak diketahui adalah kararakter jaringan yang mengakses beberapa organisasi, rumusan relasi antar-lembaga yang menimbulkan celah korupsi, serta munculnya organisasi baru (atau reinterpretasi fungsi) sebagai mekanisme korupsi.